20 Juli 2016 - 09:34
Dewan Ulama Bahrain Protes Kezaliman Ali Khalifah

Menyusul semakin kuatnya tekanan terhadap rakyat Bahrain, anggota “Dewan Ulama Besar” negara Bahrain mengeluarkan

Menurut Kantor Berita ABNA, menyusul semakin kuatnya tekanan terhadap rakyat Bahrain, anggota “Dewan Ulama Besar” negara Bahrain mengeluarkan “Pernyataan Istighosah(permintaan)”

Terjemahan dari pesan singkat dan menyentak yang di keluarkan pada senin (18/7) ini adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Salam dan Shalawat Kepada Junjungan Kita Muhammad Saw Dan Keluarganya Yang Suci

Amma ba’d;

Kami sebagai bagian pokok dan prinsipal dari komponen-komponen Syiah negeri [Bahrain] ini sepenuhnya telah yakin dan percaya bahwa eksistensi, identitas, kepercayaan, syiar-syiar dan tugas-tugas religius kami telah menjadi sasaran(target).

Olehnya itu, kami meminta dengan sungguh-sungguh penghentian serangan-serangan ini.

13 Syawal 1437 H – 18 Juli 2016 M

Tertanda: Syaikh Isa Qasem – Sayyid Abdullah al Gharifi – Syaikh Abdul Husain al Satri – Syaikh Muhammad Shaleh al Rabi’i

Teks asli pesan adalah sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم  والصلاة والسلام على سيدنا محمد وآله الطاهرين وبعد .. فإننا كمكون أساسي وأصيل من مكونات هذا الوطن ( المكون الشيعي ) باتت قناعتنا كبيرة بأننا مستهدفون في وجودنا وهويتنا ومعتقداتنا وشعائرنا وفرائضنا. لذا فإننا نطالب بوقف هذا الاستهداف.
١٣ شوال ١٤٣٧ ـ ١٨ يوليو ٢٠١٦ الموقعون: الشيخ عيسى قاسم ـ السيد عبد الله الغريفي ـ الشيخ عبد الحسين الستري ـ الشيخ محمد صالح الربيعي

Di sebutkan bahwa setelah sekian lama pembantaian, penyiksaan, pemenjaraan, pencabutan hak kewarganegaraan serta pembuangan rakyat Bahrain yang terzalimi oleh rezim keluarga Khalifah dan begitupula perusakan mesjid-mesjid, penyerangan pada peringatan-peringatan duka serta pelarangan mimbar bagi para penceramah keagamaan, sekarang rezim ini sedang memperkuat dan melakukan tekanan baru terhadap rakyat dan para ulama negara ini.

Dalam tindakan terbaru mereka, sebuah pengadilan di Bahrain membubarkan “Organisasi Islam Bahrain al Wifaq”(Partai politik terbesar Bahrain) – yang sebelum ini di hentikan aktivitasnya oleh rezim keluarga Khalifah – dan mengeluarkan putusan(perintah) penyitaan dan penjualan aset-asetnya.

Begitupula jaksa agung Bahrain pada hari sabtu telah mengumumkan bahwa Ayatullah Isa Qasem(yang bulan lalu di cabut kewarganegaraannya) bulan depan harus hadir dalam pengadilan. Tuduhan menggelikan keluarga Khalifah kepada ulama besar Bahrain ini adalah “Pencucian uang” dan “Akuisisi harta kekayaan secara ilegal”! yang di maksud oleh rezim ini sebagai “Harta kekayaan” adalah humus dan dana-dana pembayaran kewajiban syar’i yang di kumpulkan kepada Ayatullah Isa Qasem sebagai wakil dari beberapa Marja taklid.

Rezim keluarga Khalifah beberapa waktu yang lalu mengumumkan bahwa pembayaran dan pengelolaan humus kaum Syiah harus berada di bawah pengawasan pemerintah! Kementerian Kehakiman dan Urusan Islam negara ini juga mengatakan dalam kaitan ini bahwa kita harus mengetahui dari mana uang ini berasal dan di gunakan untuk apa; sebuah tindakan yang belum pernah di lakukan oleh suatu pemerintahan di manapun di dunia ini.

Sementara dari hari kehari lingkaran pembatasan terhadap kaum Syiah Bahrain semakin sempit dan bahkan untuk menjalankan shalat jamaah dan kegiatan religius pun mereka terbatasi, sekarang keterzaliman mereka semakin menemui puncaknya dengan menyamakan “Pengumpulan dana-dana kewajiban syariat dan saham Imam Mahdi As” dengan “Perbuatan-perbuatan kotor seperti pencucian uang”. Apakah di dunia ini benar-benar tidak ada seorang muslim yang menyambut teriakan Nabi Saw yang mengatakan, “مَنْ سَمِعَ رَجُلاً یُنادِی یا لَلْمُسْلِمِینَ فَلَمْ یُجِبْهُ فَلَیْسَ بِمُسْلِم “;(Barang siapa yang mendengar seseorang berteriak, “Wahai kaum muslim.. tolonglah aku!” kemudian tidak menjawabnya, maka dia bukanlah muslim)